STAIPI Bandung Bukan Hanya untuk Kalangan Persis

STAIPI Bandung Bukan Hanya untuk Kalangan Persis

CB Blogger
CB Blogger

STAIPI Bandung Bukan Hanya untuk Kalangan Persis
Persis.or.id, Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam Bandung (STAIPI Bandung) sudah melakukan beberapa gebrakan guna merektur SDM Mahasiswa Baru di tahun 2019 ini.

Upaya tersebut dijelaskan oleh ketua panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAIPI Bandung PMB Drs. H.Ino Sutrisno, M Ag.

“Kami sudah melakukan sosisalisasi ke sekolah-sekolah, membuat flyer, dan pemasangan iklan. Plus menguatkan brand melalui media sosial”, ujar Ino, Sabtu (23/03/2019).

STAIPI Bandung terus membidik para SDM profektus di pesantren-pesantren, khususnya pesantren yang ada di Bandung Raya.

“Setelah disurvey, ternyata banyak juga mahasiswa yang daftar ke STAIPI Bandung dan bukan berasal dari Pesantren Persis”, tambahnya.

Memasuki era digital, Pihaknya juga tak mau ketinggalan untuk sosialisasi dan publikasi menggunakan perangkat IT (information technologhy). Tak berhenti disana, STAIPI Bandung juga menjalin kemitraan dengan beberapa lembaga.

“Saat ini penerimaan mahasiswa ini kerjasama dengan BMT Berkah Umat, jadi kita sudah bisa mendaftar melaui online, dan beberapa kantong-kantong Persis bisa membantu kelancaran pendaftaran”, jelas Ino.

STAIPI Bandung terus melakukan pembangunan infrastruktur yang akan sangat menunjang para Mahasiswanya. Kampus ini sedang banyak diminati.

“Kita sedang berusaha menambah ruang kelas dan melengkapi alat penunjang pendidikan lainnya seperti labolatorium komputer”, ujarnya

Kini sudah ada penambahan ruang kelas di bagian belakang yang juga nantinya diperuntukan untuk Rrumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) direncankan itu sekitar 80 kamar.

Terkait tenaga pengajar, pihaknya sedang meningkatkan kualitas para SDM Dosen di STAIPI Bandung. Diantaranya dengan program pemberian beasiswa S3 dan diikutsertakan kegiatan penelitian serta kajian ilmiah.

Penerimaan Mahasiswa Baru tahun ini pihak STAIPI Bandung membuka kuota 1000 mahasiswa dari 5 Prodi.

“In syaa Allah kita akan menambah 2 Prodi lagi karena sebentar lagi STAIPI akan berubah menjadi Institute”, ungkap Ino.

Dari tahun ke tahun STAIPI Bandung dinilai sangat banyak kemajuan dalam peneriman mahasiswa baru. Tahun-tahun sebelumnya hanya 500 orang dan naik lagi menjadi 600 orang dan saat ini diusahakan paling sedikit menjadi 800 orang dan maksimalnya 1000 orang mahasiswa akan daftar ke STAIPI Bandung pada tahun ini.

“Mahasiwa kita sudah ada dari Sabang sampai Merauke, termasuk dari Papua juga ada”, jelas Ino.

Hal tersebut dikarenakan STAIPI bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Persis seluruh Indonesia. Sejak awal kampus ini sebagai cikal bakal pembentukan cendikiawan ulama Persatuan Islam.

“STAIPI Bandung memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari daerah, diharapkan nanti setelah mahasiswa lulus bisa kembali ke daerahnya dan mengembangkan ilmu yang sudah diterimanya”, terang Ino.

Pendaftaran PMB ini sudah mulai sejak Januari 2019 dan akan berakhir di bulan Agustus 2019 medatang.

Beberapa fasilitas yang antinya akan diterima oleh mahasiswa selama kuliah di STAIPI Bandung diantaranya; Labolatorium dakwah, Micro Teaching untuk PAI, Studio untuk KPI, kemudian ada juga Lab PIAUD, dll

Ada juga ruangan khusus untuk tahfizh karena ada jurusan untuk Quran dan Tafsir, “apalah artinya jika ada jurusan Quran dan Tafsir tetapi lab dan ruang tahfizh tidak ada”, jelas Ino.

Kelas karyawan untuk prodi selain Tafsir Hadits sudah berlangsung cukup lama. Dalam waktu dekat, nanti juga akan dibuka kelas khusus karyawan di prodi Tafsir Hadits ini.

“Dikhususkan untuk para ustadz-ustadz yang ingin menambah wawasan kajian ilmu Quran dan Tafsir dan itu kuliahnya hanya 3 hari dan jam belajarnya adalah ba’da Ashar sampai dengan selesai”, pungkas Ino.

STAIPI membuka prodi: Pendidikan Agama Islam (PAI), Komunikasi & Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Quran Tafsir (IQT), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Ekonomi Syariah (Eksya), juga akan segera dibuka Prodi: Pariwisata Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab dan Prodi Ekonomi Syari'ah, Bank Mini, Eksya Mart, kelas Reguler Sore untuk karyawan.*